Maaf, kami tidak suka beli buku.

newproject_1_original (5)

Kami jarang sekali membeli buku cetakan berbentuk paperback apalagi hardcover. Beberapa bulan yang lalu, tetangga yg akan kembali ke negarnya menawarkan koleksi buku yg harganya belasan juta. Memang buku-bukunya bagus sekali tentang ilmu pengetahuan, tapi harganya tidak terjangkau. Biasanya kami hanya membeli buku cetakan di bazar buku bekas, saat sales atau hanya membeli buku-buku pelajaran berbentu lks (worksheet).

Beberapa alasan kami tidak pernah membeli buku cetakan. Pertama, jujur karena kami ingin menghemat uang. Suami anti sekali dengan sistem pembayaran kredit, jadi tidak mungkin kami sanggup membeli cash koleksi buku yg harganya selangit.

Kedua, dari beberapa tahun lalu kami mulai menyesuaikan diri dengan ebook. Dan ternyata banyak sekali koleksi ebook yang bisa didownload gratis di internet. Selain download gratis, ada juga virtual library/perpustakaan online tempat kami meminjam file ebook yang secara otomatis akan dikembalikan setelah beberapa hari. Perpustakaan online ini tempat andalan ketika ingin membaca berbagai jenis buku. Malah lebih mudah lagi, saya bisa mmbaca dari aplikasi yg didownload di tablet/handphone yang bisa dibaca setiap saat. Salah satu perpustakann online favorite saya adalah ijakarta. Banyak sekali koleksi bukunya yang bisa dipinjam gratis dan dikembalikan setelah beberapa hari.

Ketiga, kami selalu berpindah tempat tinggal jadi kami menghindari koleksi buku cetakan. Buku yang sanggup kami selalu bawa hanya thesis-thesis saat kuliah, itu pun lumayan berat dan menambah bobot di bagasi pesawat.

Keempat, Ilmu pengetahuan selalu berkembang. Buku biasanya direvisi dan dicetak lagi setelah beberapa tahun. Dengan ebook kita tidak perlu lagi repot menyimpan buku-buku yang sudah tidak update.

Kelima, membiasakan anak-anak mengunakan teknologi dengan baik. Banyak orang tua yg melarang anaknya menggunakan gadget dengan segudang alasan negatif. Tapi apakah bunda tau klo dengan gadget anak-anak juga bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan. Pengetahuan bukan hanya bisa didapat dengan google search yang tidak jelas sumbernya. Kita juga bisa meminjam banyak koleksi buku anak di perpustakaan online. Selain itu ada juga buku-buku pelajaran sekolahyang bisa didownload gratis.

Keenam, save the environment. Kami juga memilih ebook untuk ikut mengurangi penebangan pohon.

Well, setiap keluarga memiliki pilihannya masing-masing. Keluarga yang tidak suka membeli buku bukan berarti tidak concern dengan pendidikan anak-anaknya. Kami justru membaca lebih banyak buku lewat ebook. Kami juga turut membeli buku-buku terbaru dalam bentuk e-book, biasanya lewat google book.

 

Mohon maaf buat teman-teman yg mempunyai bisnis menjual buku atau bekerja di toko buku dan percetakan buku. Tulisan ini hanyalah sekedar pendapat pribadi. Pada dasarnya ebook sama dengan buku cetakan tapi dalam bentuk soft copy. Hampir semua buku cetakan terbaru dijual juga dalam bentuk ebook namun dengan harga yang jauh lebih murah.

Advertisements

Warna-warni Status Facebook…

Teruntuk pribadi-pribadi penunggu jempolers dan komen-komen indah di statusnya. Taukah anda, semua pembaca status anda dalam newsfeed facebooknya bisa bebas mengemukakan berbagai pandangan dan pendapat tentang status yang anda tulis. Jangan menganggap semua pembaca status anda akan sependapat dengan tulisan anda. Perbedaan pendapat itu indah, kritikan bisa berubah menjadi berlian ketika anda bisa menerimanya dengan lapang hati untuk bisa memotivasi diri agar lebih baik lagi.

Tulis saja buku harian, jangan menulis status di sosial media kalau tidak mau dikomentari. Ouch, seandainya saja Facebook memilki icon dislike seperti YouTube.

Menikah dengan WNA Afrika (Bagaimana Orang Afrika?)

Artikel ini adalah salah satu dari beberapa artikel tentang pengalaman saya menikah dengan WNA asal benua Afrika

Bagaimana orang Afrika?

Ini pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab, karena Afrika adalah sebuah benua. Benua Afrika besar sekali, terdiri dari 54 negara dengan berbagai suku, kebudayaan, dan bahasa yang berbeda. Mayoritas orang yang tinggal di benua Afrika berkulit hitam, yang tinggal hampir diseluruh bagian benua. Tapi tidak semua orang Afrika berkulit hitam, misalnya orang-orang arab di utara Afrika seperti Mesir, Libya, Tunisia, Algeria dan Moroko. Di negara Afrika Selatan, ada orang kulit putih, kulit hitam dan juga keturunan Asia.

africa map (Sumber: http://www.worldatlas.com)
Peta Benua Afrika (Sumber: http://www.worldatlas.com)

Ada banyak sekali etnik group di benua Afrika, biasanya teridentifikasi dari persamaan kebudayaan, bahasa, agama dan sejarahnya. Kebanyakan orang Afrika juga berbicara lebih dari satu bahasa, bahasa sukunya dan bahasa nasional negaranya (bahasa Inggris atau bahasa Perancis). Secara umum, orang di utara Afrika beragama Islam dan di Selatan Afrika beragama Kristen. Jadi tidak benar kalau semua orang kulit hitam asal Afrika hanya beragam Kristen, banyak juga yang berasal dari negara-negara di Afrika yang mayoritasnya beragama Islam.

Beradaptasi dengan Orang Afrika

Saya tidak melewati banyak kesulitan beradaptasi dengan suami karena kami sama-sama beragama Islam. Muslim Afrika menurut saya sangat religius, mereka kebanyakan bisa berbahasa arab dan memiliki background Islam yg kuat. Kebanyakan orang Afrika tinggal dalam keluarga besar (extended family) sehingga rasa kekeluargaannya sangat tinggi. Mereka biasanya menganggap paman dan bibinya seperti orang tua sendiri, bahkan semua orang-orang yang berasal dari satu suku juga dianggap sebagai keluarga.

Bagi saya, makanan adalah salah satu perbedaan yang nyaris tidak ada solusinya. Setelah beberapa tahun menikah, suami saya tidak suka masakan Indonesia dan saya pun sebaliknya. Setiap hari, saya harus memasak dua main dish yang berbeda. Namun anak-anak menyukai semua masakan karena mereka beradaptasi dari lahir. Kuliner yang sama-sama kami gemari adalah masakan dari subcontinent (india dan sekitarnya) dan timur tengah.

Yah, susah sekali menjelaskan seperti apa orang Afrika. Mungkin sama susahnya seperti menjelaskan bagaimana orang Asia, misalnya orang Indonesia yang sangat berbeda dengan orang Korea. Mungkin orang-orang dari beberapa negara Afrika yang letaknya berdekatan memiliki kebiasaan yang hampir sama, tapi sukar sekali untuk menjelaskan detailnya. Apalagi ketika beberapa teman menanyakan tentang orang Nigeria, saya sama sekali buta tentang orang Nigeria karena letaknya jauh sekali dari negara suami. Walaupun mereka sama-sama berkulit hitam tapi bukan berarti mereka mempunyai kebiasaan, bahasa dan budaya sama. Tidak semua orang kulit hitam juga berasal dari Nigeria, mereka bisa berasal dari beberapa puluh negara Afrika lainnya. Banyak sekali orang Indonesia dan Malaysia yang menyebut orang berkulit hitam sebagai orang Nigeria. Nigeria adalah negara Afrika dengan populasi terbesar, jadi jangan heran kalau banyak sekali orang-orang Nigeria di Asia Tenggara. Sekali lagi suami saya bukan orang Nigeria dan tidak semua orang kulit hitam berasal dari Nigeria.

Sumber:

  1. https://www.britannica.com/place/Africa/People#toc37193
  2. http://www.worldatlas.com/

Getting New School

Searching for good school is not an easy task for parents especially when you just move to new country. We really had hard experience searching for good school in Muscat. Here is our problem, Safiyyah just finish her KG 1 in Malaysia and school year in Malaysia start on January. However, in Oman most school start in August or September. So basically she should skip her first semester and join KG 2 middle of school year (second semester). Its not easy for her, moreover school system in Oman totally different with Malaysia. KG 1 here as early as 3 year 2 moths and grade 1 start at 5 years 2 months. She’s 5 and half years now so she should seat for KG 2. She also have language problem,  here school teach both English and Arabic so its really not easy for children who never speak Arabic before.

Firstly, we visit one school closed to our apartment. School is good, Kindergarten coordinator was very supportive but horrible English teacher. This English teacher could judge my daughter within 5 minutes then she said Safiyyah has communication problem. The next day we came for trial, the same teacher claimed that Safiyyah didn’t know how to write her own name,she cant read, she cant speak English properly,etc. The worse part she told the coordinator that its hard for her as she doesn’t know Arabic at all. She’s not native speaker, maybe from north Africa like Egypt. Anyway, that teacher actually doesn’t speak English properly. I’m not trying to judge her but I have many Arab friends  can speak English fluently.  I wonder how she could get a job as kindergarten teacher in that school. However, I really should thank her for entering my life for at least for two days because after that i started focusing on my daughter study.

Honestly, I’m not sure if Safiyyah in KG2 standard, but yes she’s able to write her own name. She’s still learning CVC short vowels phonics; reading is really hard time for both of us. I don’t know how to make her interest on reading. However, she loves maths; she can count till 100 and do simple addition. I have no idea why the English teacher in the first school talk bad stuff about my daughter; in front of her.

After that we came to several school, but at the end decided to get her admission in one private school. I met the KG 2 English teacher and i told her my problem. She’s really great, dedicated, communicative and so friendly. After her first day in school, i got message from her teacher that she’s in correct level KG 2.

For me, Its important for children to enjoy every moments in school. Children in this age need a great place to study, play and enjoy their childhood. My daughter is very kineshtetic so she should study in a place providing her many activities to learn and play.

 

 

We’re Back

Hi, I’m back with more story about our life. Now, I’m staying in Muscat after 10 years journey in Malaysia.  We’re family of four with Mustafa, my youngest son I never mentioned in previous blog.  You still can check out my old blog posts.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑